Kamis, 04 Oktober 2012

Nabiku Idolaku (NBI)


Ayah-Bunda, Nabiku Idolaku adalah buku kisah 25 Nabi paling lengkap. Kisah setiap Nabi diceritakan dalam versi yang paling rinci. Kisah-kisah pada buku ini disusun tidak saja agar anak-anak menghapal kisahnya, tetapi juga mampu memahami pesan moral dari kisah tersebut. Anak yang membaca buku ini diharapkan bisa menjadikan Nabi sebagai idolanya. Buku ini juga dilengkapi dengan kuis, permainan interaktif, dan fakta menarik seputar para nabi. Dengan berbagai kelebihan dan kelengkapannya, buku ini diharapkan bisa membantu pengembangan EQ dan SQ anak. Buku Nabiku idolaku sangat unik dan asyik untuk menemani hari-hari buah hati anda. Putra-putri anda tidak hanya sekedar diajak membaca buku, tetapi dengan teknologi muktahir PELANGI MIZAN SMART E-PEN, membaca buku Nabiku Idolaku menjadi lebih interaktif dan menyenangkan!
Mengapa Buku Nabiku Idolaku Penting untuk Anak Anda?

Buku Nabiku Idolaku menyajikan kisah nabi secara lengkap (25 nabi) dalam versi yang paling komprehensif. Tidak saja mengangkat “cerita”-nya, tetapi juga menonjolkan nilai moral cerita tersebut. Gaya penuturan kuat dengan bahasa yang memukau. Ilustrasinya sangat apik.
Membuat kisah semakin hidup. Dicetak full colour dan menggunakan hard cover. Setiap judul disertai permainan interaktif, kuis, dan fakta menarik seputar nabi.

Cerita dalam Nabiku Idolaku dilengkapi dengan ilustrasi musik. Membaca pun menjadi lebih interaktif. Seperti kita ketahui, musik mampu mencerdaskan dan meningkatkan kepekaan anak terhadap kondisi lingkungan sekitar. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat bagi kecerdasan anak dalam bersosialisasi. Musik pun dapat membangkitkan semangat dan merangsang kreativitas. Terdapat sekitar 400 halaman ilustrasi musik dalam produk Nabiku Idolaku ini.



NABIKU IDOLAKU disajikan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Tujuannya adalah untuk memperkaya dan meningkatkan kemampuan ragam bahasa pada diri anak. Selain itu, dengan SMART E-Pen, anak-anak dapat belajar pelafalan kata Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan menunjuk kata yang bersangkutan.


Isi Paket Buku Nabiku Idolaku

Master box paket buku Nabiku Idolaku terdiri dari :

1 inner box yang berisi 12 jilid Buku Interaktif Kisah 25 Nabi dan Rasul Teladan Sepanjang Zaman.
1 inner box yang berisi 6 jilid Buku Interaktif Kisah Tokoh-Tokoh dalam Al Quran.
1 jilid Board Buku Main Yuk! Kisah 25 Nabi dan Rasul Teladan Sepanjang Zaman.
25 Pin Karakter (Pion) Main Yuk!
1 buah CD Interaktif 3 Theme Song Nabiku Idolaku
2 jilid Flipbook: Nabi Dzulkifli a.s. dan Nabi Syu’aib a.s.
1 buah Pelangi Mizan Smart E-Pen

Spesifikasi tiap jilid buku:

Jumlah Halaman : 128 Halaman /buku (16 sheet) + 8 halaman skitblad
Cover : Hard cover, foiling, emboss, ponds bolong, lenticuler
Bahan Cover : art paper 120 gr + 2,7 mm MDF
Ukuran Cover : 21,8 x 26,8 cm
Cetak Cover : 5/0, matt laminating + SPOT UV
Bahan Skitblad : 5/5, tanpa varnish
Bahan Isi : Matt Paper 150 gr
Ukuran Isi : 75,5 x 26 cm (ukuran terbuka) / 21/26 cm (portrait)

Minat? Segera hubungi kami ^_^
-Ully
085780581438
ully_luf@yahoo.com
fb: The Owl Shop






Sabtu, 29 September 2012

Owl Sticker, wall stiker murah meriah dari The Owl Shop

Ingin memberikan nuansa baru pada ruang tamu Anda? Atau ingin meramaikan ruang belajar anak agar tidak bosan beraktifitas di dalamnya?

Wall sticker jawabannya!

Tersedia dalam dua ukuran
-Medium (kode: med), ukuran 30x60cm. Harga Rp 10.000
-Big (kode: big), ukuran 50x70cm. Harga Rp 15.000
Motif yang tersedia ada di SINI





Kini telah tersedia wall sticker transparant (kode: Trans) yang lebih elegan dan cocok dipasang pada jenis permukaan dengan warna dasar apapun. Wall sticker transparant tidak memiliki list putih di sekeliling gambar sehingga bisa digunakan di atas permukaan dinding dengan warna apapun.

Harga murah meriah, Rp 25.000/pc.



Untuk melihat motif yang tersedia, silahkan buka LINK INI




Tersedia juga removable wall sticker (kode: remove). Stiker yang bisa dilepas dan dipasang ulang di permukaan lain. Cocok bagi Anda yang suka bosan dan sering mendekor ulang ruangan di rumah Anda. Motif yang tersedia ada di SINI

Harga Rp 15.000/pc



Dapatkan diskon 20% untuk minimal pembelian 5pcs dan diskon 30% untuk minimal pembelian 10pcs. Boleh campur motif dan jenis.

Sabtu, 22 September 2012

Lelang yuuuuuk \(^o^)/

Wahai para pecinta buku,

Ikutan lelang yuk ^_^. Kali ini lelangnya di facebook fanpage saya yang di SINI ya.

Peraturan lelangnya sebagaimana tertera di link tersebut. Untuk yang belum terbiasa mengikuti lelang online, harap perhatikan baik-baik start bid (SB), kelipatan bid (KB) dan fast grab (FG)nya ya.

Misal ditulis SB 15rb, KB 2rb, FG 30rb, maksudnya adalah harga dibuka lima belas ribu rupiah. Jadi yang ingin ikutan lelang, bisa mulai bid di angka tujuh belas ribu rupiah, dan seterusnya. Kalau ada barang yang diinginkan dan tidak mau menunggu lelang berakhir, maka peserta lelang boleh minta FG (fast grab), kadang di lelang lain ditulis 'buy now', 'beli sekarang', atau 'ambil cepat', artinya sama saja.

Dalam lelang online, sangat diharamkan untuk menghapus komen ya dear ^_^. Jadi pikir-pikir dulu apa yang benar-benar mau dibid. Jangan sampai pas udah menang lelang terus kabur (bid n run). Wow, bisa gak enak deh hubungan seller dan buyer. Kerugian seller sih cuma saat lelang aja, tapi kerugian buyer bisa lama loh, secara peristiwa seperti itu akan membuat buyer sungkan untuk belanja lagi saat ada penawaran menggiurkan dari seller. So, sekali lagi, pikir dulu sebelum meletakkan bid pada tempatnya.

Untuk lelang di fb, agak berbeda dibandingkan lelang di lapak lainnya. Album di fb tidak memungkinkan kita untuk melihat status bid di semua item dengan sekali pandang, dan untuk melihat status terakhir kita harus 'klik' foto satu persatu. Oleh karena itu, saya sarankan kalau ada barang yang diincar, silahkan tinggalkan jejak dengan komen atau 'tag', jadi setiap ada komen di foto tersebut, Anda bisa dapat notifikasi dari fb. Asyik kan? ^_^

Happy Bidding \(^_^)/









Kamis, 13 September 2012

[FF Keluarga MPers] Gara-gara Ibu Tua dan Bocah Berseragam SD

Sial!
Mereka benar-benar bersekongkol melawanku.

Kemarin seorang ibu tua berbadan kurus, dengan wajah dinginnya menatapku lekat. Kami bertemu di lampu merah dekat pasar. Aku dan anakku menumpang ojek, sedangkan si ibu tua sedang membawa motor penuh dengan muatan berisi sayur-mayur. Badannya yang kurus kecil masih bisa tampak gagah di atas motor matic itu. Hanya sekilas saja aku berani menatap mata dinginnya. Selanjutnya, aku alihkan tatapanku ke sisi lain jalan. Entah karena benci, atau malu.

Dan hari ini, seorang bocah berseragam SD benar-benar membuatku marah. Kami berpapasan sebentar saja di jalan. Sebentar saja, tapi sungguh membuat kepalaku ingin meledak. Aku melihatnya saat sedang berjalan kaki menuju rumah dari sebuah tempat pengiriman barang, sendirian saja.
Zinnggggg!!! Motornya berlalu di depanku,
’Kurang ajar!’ pikirku membatin.
’Berani-beraninya dia...di jalan raya seperti ini!’ pandanganku lekat menatap motor yang sudah menjauh.

Cukup sudah!
Kupercepat langkahku menuju rumah. Sesampainya di dalam rumah, kuraih telepon dan kupencet nomor yang sudah sangat kuhapal luar kepala. Tak kupedulikan rengekan anakku menanyakan permen yang dipesannya saat aku berangkat tadi.
”Halo, Abang?” tanyaku sekedar memastikan si penerima.
”Iya Neng, ada apa?” jawabnya
”Besok bisa kan? Jadinya besok aja ya!” kataku tegas
”Emang jadi? Katanya masih takut. Kirain gak jadi, Abang udah ada acara lain...” jawab dia kebingungan.
”Nggak! Batalin acaranya! Pokoknya besok! Abang yang ke rumah, atau aku yang ke rumah Abang! Pokoknya besok aku harus belajar naik motor. TI TIK!” kumatikan teleponku. Kesal!

---------
Catatan: tulisan ini dibuat untuk meramaikan lomba di http://www.facebook.com/media/set/?set=oa.150411775099476&type=1

Minggu, 12 Agustus 2012

[blacklist] ABCD, The Winner n The Loser

Beberapa kali membuat lelang, gak pernah saya mengeluarkan daftar blacklist. Kecuali saat ini. Kenapa saya sampe kejam begini? Karena kebetulan akhir-akhir ini saya sering pusing, jadi kalo kali ini gak mengeluarkan uneg-uneg seputar lelang, kayaknya kepala saya mau meledak, wehehe....

Singkat cerita, di penghujung maraton lelang, saya menemukan beberapa bungkus paket yang sudah siap kirim, tapi masih nangkring dengan anteng di pojokan, satu di antaranya berasal dari lelang di awal Juli, padahal waktu saya temukan itu paket udah masuk minggu kedua agustus. Omo omo... tidak bisa dibiarkan. Langsung saya gerakkan jari-jari untuk meminta konfirmasi dari para pemenang lelang dan inilah hasilnya.

Pemenang A, alhamdulillah melakukan pembayaran setelah di Pm berkali-kali, rupanya beliau katanya jarang online. OK lah, saya harus percaya. Hanya saja, lain kali saya akan lebih teliti untuk menagih pembayaran (kalau masih ada lain kali, hiks....masih galau dengan masa depan MP).

Pemenang B, seorang seller juga, yang seringkali order tapi selalu gak pernah sampai pada pengiriman barang, akhirnya melunasi pembayaran setelah saya sms. Padahal, beliau ini udah niat banget mau saya masukkin ke daftar blacklist, soalnya bukan cuma lelang aja, beliau tuh pernah beberapa kali order barang tapi gak pernah dibayar. Dan biasanya, usaha saya berhenti sampai di pm. Saya selalu berpikir, kalo ybs gak balas pm, artinya dia cancel order, alias kabur. Padahal di mp ini, para seller bisa aja menemukan no hp buyer dengan cara BERTANYA pada seller lain. Apalagi beliau ini pan seller juga ya, tapi dulu gak pernah tuh saya sampe kontak beliau via sms, apalagi telepon. Nah, kali ini giliran saya mau memastikan apakah beliau mau kabur atau nggak, eh, langsung dilunasi tuh lelangnya. Ternyata bener aja, si B mah gak niat kabur, cuma beliau lalai aja melunasi pembayaran, karena sepertinya seller ini sibuk kali di lapak lain. Mak kai, ampuuuun ya, mohon maaf sudah sempat berpikiran buruk.

Pemenang C, ternyata malah sudah bayar, tapi lupa aku catat. Nah lo! Ckckck, ampuuun...ampun! Namanya juga seller o’on. Dan alhamdulillah saya jadi makin rajin mengembangkan cara baru untuk mengarsip lelang.

Pemenang D, ini yang paling seru. Beliau ikut lelang di Awal Juli (2-6 Juli), dan minta bayar lewat PL, tapi lalu dicancel karena sebuah alasan. Tapi saya telanjur menyimpan alamatnya. Makanya, ketika dia cancel, gak lama kemudian saya minta konfirmasi via sms, intinya, ’Kapan itu lelang mau dibayar ya? Kalo gak jadi bilang aja ya, soalnya saya mau lelang buku lagi, biar sekalian semua buku yang ada dikeluarin di lelang’, trus dia jawab, ’Maaf jarang online, anak saya sakit, pasti dibayar kok’.

Okay, saya pegang saja janjinya. Lelang buku berlalu, lelang lainnya pun selesai sudah. Tapi gak ada konfirmasi dari ybs. Jumat lalu, 10 agustus, saya sms beliau, isinya ’Hi mak, apa kabar? Anak udah sehat? Minta konfirmasinya dong, hasil lelangnya mau dibayar atau nggak. Kalo sampai sabtu gak dibayar, mohon maaf terpaksa aku blacklist’. Beeuuu, saya udah agak galak tuh, karena mengharap balasan segera. Tapi beliau gak bergeming. Padahal smsnya nyampe loh, tapi yah, apa salahnya saya kirimin lagi sms kedua yg isinya, ’Mak, sms yang kemarin sampe kan? Gimana, lelangannya mau dibayar gak?’. Teteeuuuuup, gak ada balasan. Ya sud, saya menyerah. Saya minta maaf kalau saya salah. Minta maaf kalau sebenarnya ybs lagi gak punya pulsa, atau hpnya pindah tangan atau error dan gak bisa baca sms, atau mungkin beliau sekeluarga lagi kena musibah besar sampe beliau gak sempat membalas sms remeh temeh dari saya. Sampe di sini aja dah usaha saya. Di curhatan sesama seller, ada yang menyarankan supaya saya telpon ybs, tapiiii maap dah, saya gak bisa mengatur emosi kalo ngomong langsung, daripada ujung2nya saya nangis atau marah, mending saya buat blog ini aja dah. Itung2 blog terakhir (mungkin) yang bisa saya tulis di mari.

So dengan ini, saya umumkan ID ’arkenza’ tidak diperkenankan mengikuti lelang apapun yang saya adakan. Dan ada baiknya bagi seller lain untuk berhati-hati terhadap ID ini.

Kenapa eh Kenapa?

Selama beberapa kali ngadain lelang, saya bukannya gak pernah menemukan kasus bid n run. Tapi saya selalu berusaha untuk memahami alasan para bid n runner tsb. Dan inilah yang  saya duga sebagai penyebab mereka lari dari kewajibannya (catatan: ditulis dengan perasaan penuh prasangka baik, jadi saya gak berpikir sama sekali soal pemenang lelang yang kurang bermoral dan dengan ringannya kabur dari lelang, ^o^)
  1. Ongkir lebih mahal daripada barangnya
Untuk kasus ini, berkali-kali saya ingatkan pada peserta lelang, bahwa bisa jadi ongkir lebih mahal daripada harga barang, tapi itu karena harga barang lelang memang biasanya jauuuuh lebih murah dari harga normalnya. Jadi bukan ongkirnya yang saya naikkin ya (karena ongkir mah standar JNE), tapi karena barangnya didapat dengan harga murah. So, berhentilah berpikir bahwa ongkir lebih mahal, karena yang terjadi adalah barangnya lebih murah daripada ongkir.
Tapi saya mengerti kalau pemenang lelang ngerasa ’sayang di ongkos’, makanya saya menerima titipan barang. Kalau dirasa paket masih terlalu ringan, maka barang bisa dititip dulu sampai lelang berikutnya.
  1. Gak dapat barang yang paling diincer
Kalo yang ini jangan salahkan saya ya, karena saya mah gak ada kepentingan itu barang mau jatuh ke tangan siapa. Jadi kalo barang yang diincer ’lepas’ dari tangan dan malahan dapat barang yang sebenarnya gak terlalu diinginkan, ya....cuma satu hal yang bisa saya katakan, mohon bertanggung jawab. Dan sejau ini para Mpers saya nilai cukup tinggi rasa tanggung jawabnya.
  1. Kelalaian penyelenggara dan pemenang lelang
Nah, ini yang menurut saya paling sering terjadi, kelalaian dari penyelenggara lelang dan pemenang lelang. Dalam hal apa? Tentu dalam hal menagih hutang dan melunasi hutang. Kenapa saya sebut lalai? Karena biasanya yang ngadain lelang suka binun siapa2 aja yang sudah dan belum bayar hasil lelang. Dan biasanya terjadi karena pemenang lelang terlalu banyak, atau kurang rapinya mengarsip lelang (gw banget dah). Makanya saya lebih suka mengirimkan pesan berbarengan ke seluruh pemenang lelang dalam satu PM. Alasannya cuma satu, untuk memudahkan saya  mengecek konfirmasi. Kadang ada pemenang yang maunya dikirim PM secara terpisah, tapi in general saya teteeep kirim PM berbarengan. Bayangin aja kalau saya harus kirim PM ke belasan pemenang, lalu merespon balasan dari pm tersebut satu persatu, habis deh waktu saya untuk buka tutup PM yang satu dengan yang lain. Belum lagi resiko PM yang terlewat akibat tertumpuk PM yang lain. Kesimpulannya, ribet dah!

Tapi walaupun PM sudah dikirim berbarengan, penyelenggara lelang masih rawan terhadap ’kebingungan pasca lelang’, apalagi yang rajin mengadakan lelang seperti saya. Akibatnya, kadang2 masiiiiih aja ada barang yg ternyata belum dikirim, dan setelah diselidiki ternyata terjadi karena saya lupa menagih pembayaran. Bukan cuma karena lupa, kadang saya juga malas nagih2 terus. Saya pikir, kalau memang gak niat dibayar ya sudahlah...kabur2 deh tuh orang. Dan ternyata saya salah.

Tidak selamanya pemenang menahan pembayaran karena kesengajaan, bisa jadi mereka hanya lalai menjalankan kewajiban, dan kita WAJIB mengingatkan. Contoh kongkritnya, ada di cerita INI

Selasa, 31 Juli 2012

[xenophobia] Serbuan Kecoa Bule

Dalam hidup saya, rasanya hanya ada 2 makhluk saja yang membuat saya gemetar ketika harus berhadap-hadapan, yaitu kecoa dan bule, xixixixi.... Bukan maksud saya menyamakan para bule dengan sejenis kecoa, tapi apa daya setiap bertemu salah satu dari keduanya hati saya berdebar-debar tak karuan, tentu karena sebab yang berbeda-beda.

Entah kenapa, sejak dulu saya takut sekali pada yang namanya kecoa. Besar kemungkinan karena trauma masa kecil di mana saya sering sekali berpindah rumah hingga mungkin (ini mah' baru dugaan) ada kejadian di mana saya diserbu sekelompok kecoa yang tidak rela ’rumah’nya dibersihkan supaya bisa saya tempati. Tapi itu toh baru dugaan saja. Yang pasti ketika bertemu kecoa, maka alam bawah sadar saya akan memerintahkan dua hal untuk dilakukan yaitu berjingkat, dan menjerit.

Beranjak dewasa dan ketika menjadi senior di sebuah organisasi kampus, akhirnya saya mulai bisa mengatasi ketakutan saya pada kecoa. Rasa takutnya sih masih sama, tapi hati ini sudah tidak terlalu berdebar-debar setiap melihat kecoa. Rasanya saya jadi lebih waspada. Radar saya semakin canggih hingga setiap menangkap sinyal keberadaan kecoa, tangan ini otomatis mencari benda untuk membunuh atau membuang jauh-jauh kecoa yang datang. Sadis memang, tapi kehormatan saya harus dijaga, nggak lucu rasanya kalau ketika memimpin rapat atau sedang di tengah aksi demo saya harus menjerit histeris karena melihat kecoa. Dan akhirnya saya pun bisa berdamai dengan kecoa, tentu saja damai menurut versi saya. Lain halnya ketakutan saya pada kecoa, ketakutan saya pada bule masih sulit saya atasi, setidaknya hingga dua tahun lalu ketika saya dipaksa harus menghadapi ’serbuan bule’. Well, sebenarnya bukan saya yang diserang para bule, tapi saya yang tiba-tiba saja harus masuk ke ’sarang bule’.

Saat itu saya ditugaskan dari kantor untuk mengikuti pelatihan di Australia selama 2 bulan. Walaupun saya masih takut sekali menghadapi bule, tapi toh saya tetap senang mendapat kesempatan langka itu. Dua minggu sebelum berangkat saya membekali diri dengan buku-buku conversation yang alhamdulillah berguna bagi saya yang pada dasarnya tidak pernah mengikuti kursus bahasa Inggris. Walaupun nilai TOEFL saya selalu bagus, saya tidak pernah Pe De dengan conversation karena semua ilmu English itu saya pelajari dari tontonan di TV dan bacaan di buku saja, tidak pernah sekali pun saya praktekkan di dunia nyata. Setiap ketemu bule di kantor yang setiap harinya ada saja kunjungan dari tamu asing, saya selalu bisa mencari cara untuk tidak berpapasan dengan salah satu dari mereka.

Dan akhirnya berangkat juga saya ke negeri kanguru itu. Begitu mendarat di Sydney, saya langsung berasa seperti di tengah-tengah sarang kecoa. Untungnya saya berangkat tidak sendiri, dan dari empat orang peserta training, cuma saya yang belum pernah ke luar negeri sebelumnya. Hehehe...aman lah, kalo ada apa-apa saya tinggal berlindung saja di balik mereka. Tadinya saya pikir bisa terus mengandalkan teman-teman saya itu. Ternyata saya salah. Kalo kata Sule, ”OOH....TIDAK BISSAAA!!!”

Ternyata mereka, para bule, gemar sekali mengajak bicara dan terutama senang sekali mendengar. Jadi setiap ada event pertemuan, ’everyone must talk!’ Begitulah kira-kira, hingga akhirnya saya terbiasa merancang kata-kata sebelum tiba saatnya bagi saya untuk bicara. Saya mulai terbiasa menghitung waktu atau kesempatan yang diberikan untuk bicara, mulai terbiasa memperkirakan apa kalimat yang pas untuk dilontarkan yang sesuai dengan waktu dan tema pembicaraan. Seperti yang saya lakukan di SINI. Tapi itu di dalam kelas, bagaimana di luar kelas? Di pasar, di jalan, di dalam bus? Teteeup, saya merasa seperti di tengah-tengah sarang ’kecoa’.


Hingga pada suatu saat, kami punya kesempatan jalan-jalan di Sydney. Dan ternyata, kota Sydney beda sekali dengan kota Adelaide, Port Lincoln, Townsville, Rockhampton, Minnipa dan kota-kota sepi yang kami kunjungi sebelumnya. Menyusuri jalanan Sydney di malam hari seperti hidup di dunia yang biasanya hanya saya tonton di film2 Hollywood. Begitu gemerlap, begitu hingar bingar, dan begitu sesak dengan manusia yang kebanyakan berkulit putih dan kuning. Dan ketika sedang menyeberang jalan itulah, di tengah-tengah para ’kecoa’ itu, saya tiba-tiba saja mendengarkan dua-tiga orang sedang bercakap-cakap dalam ’Boso Jowo’. Entah apa yang mereka bicarakan karena saya juga bukan beretnis Jawa, tapi saya senang sekali mendengar bahasa yang familiar itu. Celingak-celinguk mencari asal suara sambil terus menyeberang jalan, saya tidak menemukan manusia berkulit cokelat seperti saya. Tapi ternyata oh ternyata, suara itu berasal dari sekelompok gadis yang saya pikir berasal dari Cina, Korea atau Jepang yang berjalan persis di belakang saya. WHAT? Asli deh, kalo kalian lihat penampilan mereka, pasti juga tidak akan mengira mereka orang Indonesia. Bahasa Jawanya juga ’mbledag-mbledug’, Jawa banget deh. Hehehe....saya jadi kenyang, berasa di warteg ^_^
  
Pe De saya meningkat lagi waktu sedang berdiri di depan sebuah restoran, tiba-tiba ada cewek Jepang berlogat Jawa (baca: cewek Jawa berparas Jepang) mencolek saya dan berkata, ”Maaf Mba, sekarang jam berapa ya?”. Xixixi...Kalau saja sebelumnya saya tidak lewat lampu merah tadi, tentu saya akan heran setengah mati melihat gadis berpenampilan harajuku di samping saya ternyata bisa berbahasa Jawa dengan logat yang Jawa bangeeddd. Ternyata, bukan saya saja orang asing di tanah asing itu. Dan ternyata lagi, semua orang akan terasa asing jika tidak saling membuka diri.

Dan begitulah ceritanya hingga saya mulai berani berhadapan dengan para bule. Masih suka deg-degan sih, tapi paling tidak saya tidak akan menghindar lagi. Rasanya, lebih baik salah ngomong dan ketahuan ’bego’nya, daripada gak ngomong apa-apa dan tetap asing selamanya :p

Tulisan ini diikutsertakan dalam LOMBA INI
Tengkyu buat ka angga sang gembala yang [mungkin akan] merelakan fotonya dicolong buat meramaikan jurnal ini. Fotonya passss bgt dengan suasana saat itu. Buat yg tertarik dengan fotografi, sila di-add akun fbnya ^_^