Mamak, suka bacain cerita buat anak? Aku suka banget. Saking sukanya, sampai kadang ’bete’ juga tiap anakku minta dibacain cerita sebelum tidur. Kok bisa? Xixixi....kutukan si kutu buku, ternyata menurun pada anaknya.
Dari kecil, aku memang sudah membiasakan anak membaca buku. Bukan berarti anakku sudah diajari membaca atau mengeja di usia yang sangat dini ya. Bukan kok! Aku cuma membacakan buku aja ke anakku. Kalau akibatnya ternyata anakku jadi gemar membaca, berarti tercapai sudah cita-citaku. Kalau nantinya si kecil lebih memilih membaca daripada menonton televisi, sungguh senang hatiku. Dan sekiranya saat dewasa nanti Ia menjadikan buku sebagai tempat bertanya, bahagialah aku. Artinya bebanku berkurang sudah, karena aku toh bukan manusia paling pintar yang tahu semua jawaban. Dan aku akan sedikit merasa aman dan nyaman jika anakku nanti menjadikan buku sebagai jendela ilmu, karena memang begitulah seharusnya.
Dari kecil, aku memang sudah membiasakan anak membaca buku. Bukan berarti anakku sudah diajari membaca atau mengeja di usia yang sangat dini ya. Bukan kok! Aku cuma membacakan buku aja ke anakku. Kalau akibatnya ternyata anakku jadi gemar membaca, berarti tercapai sudah cita-citaku. Kalau nantinya si kecil lebih memilih membaca daripada menonton televisi, sungguh senang hatiku. Dan sekiranya saat dewasa nanti Ia menjadikan buku sebagai tempat bertanya, bahagialah aku. Artinya bebanku berkurang sudah, karena aku toh bukan manusia paling pintar yang tahu semua jawaban. Dan aku akan sedikit merasa aman dan nyaman jika anakku nanti menjadikan buku sebagai jendela ilmu, karena memang begitulah seharusnya.
Makanya, sejak usia empat bulan anakku sudah kubelikan macam-macam buku. Awalnya, saat membelikan kartu baca bayi untuk usia 4 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan, sempat berharap Syady bisa jadi bayi ajaib yang bisa baca di usia dini. Tapi lama kelamaan, aku merasa itu hal yang mustahil. Walau begitu, di antara teman-temannya, Syady ternyata memiliki kosa kata yang lebih kaya dan seringkali membuat kita tercengang dengan kata-kata yang dikeluarkannya.
Di usia 2 tahun, keluarga dan tetangga sudah mencapnya sebagai ’anak nenek’, karena menurut mereka Syady menuruni bakat neneknya yang ’rewel bin bawel’. Mereka memvonis bakat itu tak mungkin diturunkan dari ibunya yang pemalu dan pendiam seperti aku, wkwkwkwkwk. Padahal kenyataannya, aku yang tiap malam membacakan cerita untuknya, minimal sekali dalam sehari. Dan aku berani taruhan, dari situlah Syady lebih banyak mendengar kosa kata yaang akhirnya dia tiru. Walaupun, peran nenek dan keluarga juga sangat besar dalam mendorong ’hobby’ bicara Syady.
Karena itu, buku anak adalah belanjaan rutin bulanan, bahkan mingguan bagiku. Karena itu pula, aku tertarik untuk ikut-ikutan jualan buku anak. Rasanya sayang, kalau buku-buku anak yang bagus-bagus itu tidak sampai ke tangan teman-teman tersayang.
Setiap beli buku dagangan, aku selalu menyempatkan membuka buku-buku baru. Selain untuk mengecek kualitasnya, juga karena tangan ini selalu mencari-cari alasan untuk bisa membukanya :p
Dan yang lucu dari buku anak adalah terkadang, mungkin seringkali, kita merasa seperti disentil. Saat membaca buku-buku itu, justru aku seperti merasa diajari oleh bahasa anak dalam buku itu. Salut untuk para penulis buku anak. Tidak hanya itu, seringkali pengetahuan yang ditujukan untuk anak-anak justru membuatku ’manggut’manggut’ tanda baru tahu. Misalnya, tentang kehidupan para hewan, tentang sejarah tempat-tempat menarik di dunia, dan banyak sekali informasi-informasi dalam buku anak yang sebenarnya ditujukan untuk membuka wacana anak, tapi secara bersamaan juga mencerahkan pengetahuan orang tua yang minim ini. Sekali lagi, salut buat para penulis buku anak. ^o^
Dan karena aku selalu merasa bersyukur setiap menemukan buku baru yang menarik itu, maka aku tidak segan-segan mengeluarkan dana yang sebenarnya lumayan memberatkan buat online seller amatiran seperti diriku ini. Aku sering berpikir 2-3 kali sebelum membeli pakaian atau tas yang menarik mata. Dan aku selalu berpikir ribuan kali setiap berniat membeli gadget, apapun itu. Dan FYI, gak penting juga sebenarnya, selama aku bisa menghasilkan uang sampai saat ini, tidak sekali pun ak membeli perhiasan emas untuk dipakai. Entah irit, pelit, atau kurang pandai menyimpan duit. Tapi sebaliknya, setiap melihat buku anak, hati ini berdebar-debar ingin memiliki, hahahaha....Walau harganya jutaan, selama masih bisa dicicil, insya Allah bisa ’kebeli’ juga...gimanapun caranya ^o^
Dan karena aku selalu merasa bersyukur setiap menemukan buku baru yang menarik itu, maka aku tidak segan-segan mengeluarkan dana yang sebenarnya lumayan memberatkan buat online seller amatiran seperti diriku ini. Aku sering berpikir 2-3 kali sebelum membeli pakaian atau tas yang menarik mata. Dan aku selalu berpikir ribuan kali setiap berniat membeli gadget, apapun itu. Dan FYI, gak penting juga sebenarnya, selama aku bisa menghasilkan uang sampai saat ini, tidak sekali pun ak membeli perhiasan emas untuk dipakai. Entah irit, pelit, atau kurang pandai menyimpan duit. Tapi sebaliknya, setiap melihat buku anak, hati ini berdebar-debar ingin memiliki, hahahaha....Walau harganya jutaan, selama masih bisa dicicil, insya Allah bisa ’kebeli’ juga...gimanapun caranya ^o^
Dan semua jerih payahku untuk membelikan buku-buku itu toh terbayar lunas ketika Syady terlihat asyik dengan buku-bukunya. Hati ini selalu merasa senang tak terkira ketika Syady ’membaca’ buku dengan bahasanya sendiri. Pun ketika Syady minta dibacakan buku sebelum tidur. Walau terkadang, terutama ketika aku lelah dan tak bertenaga bahkan sekedar untuk membacakan cerita, aku ’bete’ juga saat Syady minta dibacakan lebih dari 3 buku sebelum tidur. Tapi sampai sekarang, tidak pernah aku menyesal setiap membelikan buku untuk Syady. Benar kata temanku, buku anak itu adalah investasi jangka panjang. Jika kita memilih bacaan yang baik untuk anak, Insya Allah manfaatnya akan terasa dalam jangka waktu yang panjang. Hmmm, sepertinya lebih menarik dari investasi logam mulia ^_^

betullll investasi jangka panjang buangeeetttt apalagi ingatan anak masih tertanam kuatttt insya Allah nanti di bangku sekolah justru muncul tak terduga bahkan sampai dewasa rekamannya tak kan pernah hilang akan pengetahuan yang pernah dibacanya di masa dini...
BalasHapusinsya Allah mba^_^
BalasHapusmakanya gak pernah kapok arisan buku. yg satu udah mau habis, mata udah mulai lirik2 yg lain lagi, hwehehehehehe....
ntar kalo adiknya tije dah lahir aku ikutan yaaaaaaa hahahaha
BalasHapusoh syady, i love you... ^_^
BalasHapusxixixixi....luph U pulll mba solas \(^o^)/
BalasHapus